Selasa, Juni 03, 2008

Menjaga Kerukunan Beragama


Sejumlah kasus penodaan kerukunan beragama di beberapa daerah yang terjadi belakangan ini, bisa menjadi bukti bahwa umat Islam dan umat Kristen di Indonesia merupakan ‘konsumen’ atau sasaran utama provokasi anti kerukunan beragama yang dapat memicu konflik antar-umat beragama.

Fenomena maraknya kasus penodaan kerukunan beragama tersebut berarti mulai ada pihak-pihak tertentu yang berupaya mengganggu kerukunan antar-umat beragama. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan mengganggu pula keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pihak-pihak tertentu yang saya maksudkan disini tidak hanya dari dalam negeri saja. Sebab sepemantauan saya, ada pihak-pihak asing yang juga mengiginkan aksi-aksi tersebut terjadi.

Kita harus cermat menyikapi "peristiwa monas" serta yang terjadi di beberapa derah, seperti di Jawa Barat,Yogyakarta dan beberapa daerah lainnya menyusul "peristiwa monas". Apakah benar itu disebabkan oleh FPI atau orag lain yang menyamar FPI? Benarkah FPI anarkis? Jangan sampai ada pihak-pihak yang dengan gegabah asal menuduh karena akan semakin memperuncing konflik. Kutukan seyogyanya dialamatkan kepada pelaku anarkis, bukan kepada kelompok atau agama tertentu.

Saya hanya bisa mengharap, khususnya bagi saudara-saudara saya umat Islam, agar tidak mudah terhasut oleh kasus-kasus yang berpotensi mengganggu keharmonisan hubungan antar-umat beragama itu. Saya menduga kuat bahwa kasus-kasus tersebut memang sengaja dirancang, bukan kejadian yang tidak disengaja.

1 komentar:

apa saja mengatakan...

Numpang lewat fah... hehe...